Cara Didrikus Kelana Pertahankan Kekunoan Tip Top Restaurant Medan

Jadi Jujukan Turis Eropa untuk Nostalgia

Kota Medan, Sumatera Utara, memiliki banyak tempat wisata bersejarah. Salah satunya Tip Top Restaurant and Lunchroom, restoran bernuansa jadul (jaman dulu) di kawasan pecinan Kesawan. Restoran yang berdiri sejak 1934 itu mampu menjaga orisinalitas bangunan maupun menu masakannya.

GUNAWAN SUTANTO, Medan

Live music dengan lagu-lagu nostalgia menyambut para pengunjung yang datang ke Tip Top Restaurant and Lunchroom siang itu. Foto-foto hitam putih yang menghiasi dinding-dindingnya semakin menegaskan bahwa Tip Top adalah rumah makan yang berusaha mempertahankan nilai-nilai kesejarahannya. Tampak di antaranya foto tentara sekutu yang sedang berbaris dengan latar belakang bangunan restoran di Jalan Kesawan (kini Jalan Ahmad Yani) tersebut. Konon, foto itu dijepret pada 1947.

Gita Adinda Nasution, Mahasiswi Medan yang Ciptakan Obat Diabetes

Cespleng ke Ayah setelah 15 Kali Uji Coba 

Kegemaran mengamati tanaman sejak kecil membuat Gita Adinda Nasution hobi meramu obat-obat herbal. Salah satu karya fenomenal dia adalah obat diabetes yang diramu dari tanaman tebu. Obat itu pun kini diburu banyak orang.

GUNAWAN SUTANTO, Medan
DENGAN dandanan ala kadarnya serta kacamata tebal, gadis 19 tahun tersebut tampak seperti sosok kutu buku. Rok panjang putih yang dipakainya belepotan noda hitam seperti percikan masakan. Itulah penampilan Gita Adinda Nasution saat ditemui di rumahnya kemarin (22/1).Siang itu rupanya Gita sedang mengolah pesanan obat diabetes ramuannya, Kolagit. Obat yang kini menjadi perbincangan banyak orang tersebut ternyata diramu di dapur rumah orang tua Gita di sebuah gang di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Sumatera Utara (Sumut). “Ramuan ini sebenarnya sudah lama saya temukan, cuma belakangan baru banyak yang tahu,” kata penghobi komik Naruto itu.

Popzzle, Grup Musik Dewasa yang Menjaga Kemurnian Musik Anak – Anak

Selain Bersuara Merdu, Harus Bisa Mendongeng 

Hiburan untuk anak-anak semakin tercemari konten dewasa. Tak hanya prihatin, Renny Siregar dan Willy Priyoko memilih beraksi dengan membentuk grup musik Popzzle.

GUNAWAN SUTANTO, Jakarta

DUA cowok dan cewek yang berusia sekitar 25 tahun dengan pakaian warna-warni asyik menari, meloncat sana-sini, dan bergembira bersama anak-anak. Mereka bergerak riang menyanyikan lagu Becak dengan aransemen musik sedikit nge-jazz.

Anak-anak muda itulah anggota Popzzle, grup musik yang beranggota orang dewasa, namun khusus membawakan lagu-lagu anak Kelompok musik itu didirikan oleh dua sahabat, Renny Siregar, 35, dan Willy Priyoko, 40.