Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Gunawan Sutanto Website Gunawan Sutanto Website

Nulis Kalau Sempat

Gunawan Sutanto Website Gunawan Sutanto Website

Nulis Kalau Sempat

Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Liputan

Liang – Liong dan Reog Ponorogo Beraksi Ditengah Guyuran Hujan

By Gunawan
February 24, 2008 1 Min Read
1

Surabaya – https://gunawan.id/,
Hujan yang di kepercayaan masyarakat Tionghoa merupakan suatu berkah pertanda datangnya rejeki, kemarin ikut mewarnai parade lampion di Surabaya. Hujan deras mengantarkan peserta parade sejak dari garis start di Kembang Jepun, hingga finis di Taman Surya, Minggu (24/2).

Parade yang merupakan bagian dari perayaan Cap Go Meh itu dilaksanakan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya beserta beberapa komunitas dengan tujuan menyatuhkan sekaligus mempertahankan budaya lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa peserta parade. Tidak hanya lampion, liang-liong, dan barongsai saja yang meramaikan acara, namun kelompok Reog Kertajaya pun tak mau ketinggalan dalam menampilkan aksinya.

Dengan mengusung konsep 1000 lampion, panitia berharap kegiatan ini dapat mempersatukan masyarakat Surabaya dan sekitarnya, sekaligus dapat menjadi hiburan ditengah problematika sehari-hari.

Sayang memang cuaca yang kurang bersahabat membuat beberapa peserta parade “merotoli” (gugur), banyak peserta yang tidak melanjutkan perjalanan, malah beberapa ada yang “potong kompas” dengan naik kendaraan pribadi dan taksi. Namun berkurangnnya peserta tidak membuat antusiasme masyarakat yang menonton berkurang pula. Banyak diantara warga kota yang rela “udan-udan” (hujan-hujan) di sepanjang jalan Pahlawan hingga Taman Surya. Yang takut basah pun ikut berdesak-desakan berteduh di area pertokoan yang banyak berjejer di daerah Gemblongan dan Tunjungan.

Puncak acara berlangsung di area Taman Surya yang merupakan finish parade. Disini beberapa peserta kembali menampilkan aksinya, salah satunya kelompok barangsai dan liang-liong, Senopati. Gerak – gerik lucu barangsai Senopati diikuti juga oleh aksi memukau dari para Warok (sebuatan pemain Reog) Kertajaya. Acara kemudian dipungkasi dengan penilaian kostum dan penampilan dari para peserta parade.[gun]

Tags:

BudayaNewsSurabayaTionghoa
Author

Gunawan

Follow Me
Other Articles
Previous

Global Warming

Next

Ketika Pelayanan Bukan Lagi Diferensiasi Ampuh

One Comment
  1. Shinta says:
    September 15, 2008 at 14:23

    Kurang foto nya bos…. 🙂

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Slamet Dadi
  • Ketika Admin Magang Malu dengan Sang Tuan
  • Cara Gampang Buka Blokir Situs dengan Google
  • Download Video Instagram Tanpa Aplikasi
  • Tahu Kopi Tiwus yang Ada di Filosofi Kopi itu kan? Begini Rasanya…

Recent Comments

  • retno on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • Kusuma on Wisata Seru ke Nusakambangan tanpa Lewat Pos Pengamanan (2 – Habis)
  • chepy on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • vincent rio on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • Ke Filosofi Kopi, Kedai yang Dibangun Berdasar Karya Fiksi | Gunawan Sutanto Personal Site on Rudy’s Kaffee, Berawal dari Seduhan Kopi Habibie
Copyright 2026 — Gunawan Sutanto Website. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme