Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Gunawan Sutanto Website Gunawan Sutanto Website

Nulis Kalau Sempat

Gunawan Sutanto Website Gunawan Sutanto Website

Nulis Kalau Sempat

Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Catatan

Jadwal Komuter Sulit Atasi Kemacetan Kota

By Gunawan
January 24, 2008 2 Min Read
2

Kata komuter (berasal dari bahasa Inggris commuter; dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai penglaju), berarti seseorang yang bepergian ke suatu kota untuk bekerja dan kembali ke tempat tinggalnya setiap hari, biasanya dari tempat tinggal yang cukup jauh dari tempat bekerjanya. wikipedia

Dari kata itulah kereta api jarak pendek yang menghubungkan Surabaya – Sidoarjo – Porong diadopsi. Angkutan masal yang diresmikan Presiden Megawati tahun 2004 itu, sekarang nasibnya jauh dari 4 tahun silam. Beberapa cat yang mengelupas, berkarat, dan kotor menghiasi hampir setiap gerbong kereta. Padahal dioperasikannya komuter dimaksudkan agar mampu menjadi alat transportasi umum yang diharapkan dapat mengatasi problem kepadatan lalu lintas di wilayah Surabaya – Sidoarjo.

Dari awal diluncurkannya hingga tiga tahun ini, baru pertama kali saya merasakan perjalanan dengan komuter. Sebelumnya yang terpikirkan dibenak saya naik komuter sama dengan naik KRL Jakarta – Bogor, yaitu jadwal keberangkatannya banyak. Kalau kotornya sih saya sudah mbatin bakalan sama. Eh, tanpa saya sangka ternyata jadwal keberangkatan kereta yang gerbongnya dilumuri cat sponsori perusahaan telekomunikasi ini, tidak sebanyak KRL.

Karena tujuan saya naik komuter bersama teman-teman untuk hunting foto, ya otomatis berangkatnya ke Stasiun Surabaya Kota (stasiun terakhir komuter arah Surabaya) harus pagi. Untungnya kita bersama sampai stasiun yang berada didalam bekas Mall Indo Plasa tersebut sebelum jam 8 pagi atau 20 menit sebelum komuter berangkat. Ternyata jadwal keberangkatan komuter hanya 4 kali dalam sehari, yaitu pukul 08:15, 12.:15, 15;20 dan 16;50 Wib (Jadwal berangkata dari Surabaya Kota). Keempat jadwal itupun ternyata hanya dua yang hingga stasiun Porong, dan yang kedua lagi hanya sampai stasiun Sidoarjo.

Jika melihat daftar keberangkatan yang ada diwebsite kota Surabaya, ada banyak jadwal komuter, namun entah kenapa jadwal keberangkatannya saat ini hanya 4 kali sehari. Jika menilik keadaannya sekarang, kemungkinan harapan agar komuter mampu mengurai kemacetan kota Surabaya tampaknya jauh dari sukses. Apalagi jadwal – jadwal yang ada tidak relevan dengan jadwal padat-padatnya aktifitas masyarakat kota Surabaya – Sidoarjo.

Keterangan yang saya dapat dari masinis komuter ketika hendak berangkat dari stasiun Surabaya Kota, pemanfaatan komuter oleh masyarakat kini hanya banyak sebagai transportasi rekreasi, terlebih ketika hari Libur atau Minggu.

“Ya kebanyakan kini komuter hanya dimanfaatkan sebagai transportasi liburan aja mas. Jadi ramai ya ketika hari libur maupun Minggu, terutama rute dari Sidoarjo ke Surabaya. Sebagian besar dimanfaatkan warga Sidoarjo untuk pergi ke pusat kota Surabaya, seringkali mereka turun stasiun Jemursari, Wonokromo, dan Gubeng, untuk kemudian jalan-jalan ke Royal Plasa, TP ataupun Delta” terang masinis yang saya lupa namanya itu.

liat disini untuk liat foto-foto perjalanan dengan komuter

Tags:

EsaiFeaturesKomuterSurabaya
Author

Gunawan

Follow Me
Other Articles
Previous

Pungli Bui

Next

Bonek Bukan Hanya Julukan Suporter Surabaya

2 Comments
  1. Percha says:
    June 23, 2015 at 00:45

    mantap infonya, bisa memudahkan yah, semoga datanya update 🙂
    semoga kedepannya bisa dikisahkan dengan foto-foto juga, biar kita tahu juga mas, saya juga lagi bikin foto-foto di sini =

    http://ardikapercha.com/blog/proyek-foto-komuter-kota-street-photography/

    agar bisa jadi kenang-kenangan 5-10 tahun lagi soal komuter begini 🙂

    Reply
    1. chepy says:
      July 13, 2015 at 23:45

      Hallo mas percha terima kasih komennya. Salam kenal, maaf baru balas. Saya dulu sebenarnya punya banyak fotonya mas, sewaktu masih mainan multiply. Sayang gak sempat backup. Hehehe. Entah skrg kondisi komuter kita bgmn ya ? Sdh lama sekali saya tak pernah naik. Apalagi sejak tugas di Jakarta. Semoga kondisnya mengalami perubahan yg baik spt KRL di Jakarta

      Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Slamet Dadi
  • Ketika Admin Magang Malu dengan Sang Tuan
  • Cara Gampang Buka Blokir Situs dengan Google
  • Download Video Instagram Tanpa Aplikasi
  • Tahu Kopi Tiwus yang Ada di Filosofi Kopi itu kan? Begini Rasanya…

Recent Comments

  • retno on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • Kusuma on Wisata Seru ke Nusakambangan tanpa Lewat Pos Pengamanan (2 – Habis)
  • chepy on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • vincent rio on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • Ke Filosofi Kopi, Kedai yang Dibangun Berdasar Karya Fiksi | Gunawan Sutanto Personal Site on Rudy’s Kaffee, Berawal dari Seduhan Kopi Habibie
Copyright 2026 — Gunawan Sutanto Website. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme