Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Gunawan Sutanto Website Gunawan Sutanto Website

Nulis Kalau Sempat

Gunawan Sutanto Website Gunawan Sutanto Website

Nulis Kalau Sempat

Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Liputan

Gita Adinda Nasution, Mahasiswi Medan yang Ciptakan Obat Diabetes

By Gunawan
January 23, 2014 4 Min Read
6

Cespleng ke Ayah setelah 15 Kali Uji Coba 

Kegemaran mengamati tanaman sejak kecil membuat Gita Adinda Nasution hobi meramu obat-obat herbal. Salah satu karya fenomenal dia adalah obat diabetes yang diramu dari tanaman tebu. Obat itu pun kini diburu banyak orang.

GUNAWAN SUTANTO, Medan—
DENGAN dandanan ala kadarnya serta kacamata tebal, gadis 19 tahun tersebut tampak seperti sosok kutu buku. Rok panjang putih yang dipakainya belepotan noda hitam seperti percikan masakan. Itulah penampilan Gita Adinda Nasution saat ditemui di rumahnya kemarin (22/1).Siang itu rupanya Gita sedang mengolah pesanan obat diabetes ramuannya, Kolagit. Obat yang kini menjadi perbincangan banyak orang tersebut ternyata diramu di dapur rumah orang tua Gita di sebuah gang di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Sumatera Utara (Sumut). “Ramuan ini sebenarnya sudah lama saya temukan, cuma belakangan baru banyak yang tahu,” kata penghobi komik Naruto itu.Sebelum menjelaskan seputar temuannya tersebut, Gita lebih banyak bercerita tentang masa kecilnya yang memang senang mengamati tanaman. Sampai-sampai itu yang membuat dia sempat dianggap teman seumurannya orang yang kurang waras”Saya makin tertarik dengan tanaman saat mulai hobi membaca buku-buku obat herbal,” kenang gadis yang banyak menghabiskan masa kecilnya di Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, tersebut. Tinggal di sebuah kota kecil yang berstatus pemekaran, Gita cilik tentu dihadapkan pada keterbatasan daerah.

Secara ekonomi, keluarga Gita tidak bisa dikatakan kekurangan. Kedua orang tuanya merupakan PNS di Pemprov Sumut yang kemudian dipindah ke Mandailing Natal karena adanya pemekaran. Ayahnya dipindah karena putra daerah Mandailing Natal. “Jadi, mainan saya ya ke kebun dan perpustakaan saja,” kata anak pasangan Bisman Nasution dan Lismawarti itu.

Gita mengaku banyak menghabiskan waktu di pekarangan untuk mencari tumbuh-tumbuhan. Terutama yang berkaitan dengan apa yang dibacanya di perpustakaan. “Kadang kalau pulang sekolah yang dibawa itu ada saja. Ada jamur, rumput, dan apa saja lah. Setelah itu tumbuh-tumbuhan tersebut dibuat eksperimen,” sambung Lismawarti.

Siang itu Lismawarti mendampingi Gita. Sebab, di sela-sela wawancara, ponsel gadis tersebut kerap berbunyi. Sepanjang wawancara, bukan teman Gita yang menghubungi, melainkan orang-orang yang menanyakan dan memesan Kolagit.

Penemuan Kolagit itu sendiri bermula saat Gita sudah tak tega melihat ayahnya yang jatuh sakit karena diabetes. Saat itu Gita masih duduk di kelas VI SD. Diabetes terus menggerogoti tubuh Bisman hingga kadar gulanya mencapai 450. Sampai jalan pun dia sudah tak sanggup.

Saat menceritakan penyakit Bisman itu, Lismawarti bahkan sempat menangis. Dia tak menyangka suaminya yang tidak berdaya saat itu kini sudah pulih. Sarjana hukum asal Universitas Jember tersebut kini dinyatakan negatif dari diabetes. “Awalnya, untuk mengobati ayah, segala obat herbal sudah saya uji cobakan, tapi ya tak ada hasilnya,” ungkap mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara (USU) itu.

Obat-obatan herbal yang sudah pernah diramu dan diujicobakan ke ayahnya antara lain berbahan mengkudu, mahkota dewa, hingga daun ciplukan. “Pokoknya ada lah kalau 15 eksperimen,” ungkapnya.

Baru sekitar 2008, saat duduk di kelas VIII SMP, Gita punya pemikiran di luar kelaziman. Menurut dia, banyak hal di dunia yang kadang bisa diatasi bahan yang bertolak belakang. Dalam dunia medis, misalnya, menurut Gita, penyakit polio dapat diatasi dengan vaksin yang didapatkan dari penyakit polio sendiri.

Begitu pula penanganan pada orang yang digigit ular, pada pengobatan tradisional malah diberi penawar dari racun ular. “Dari situ saya coba riset olahan tebu yang justru bahan baku utama gula,” ungkap gadis kelahiran 2 Juli 1994 itu. Akhirnya, dibuatlah Kolagit dengan bahan dasar tebu yang dicampur beberapa bahan herbal yang racikannya dirahasiakan Gita.

Gita merahasiakan ramuannya itu bukan tanpa alasan. Dia tampaknya trauma penelitiannya dibajak orang. Setidaknya, pengalaman tersebut sempat dia alami. Apalagi, hingga kini Gita masih kesulitan untuk mematenkan obat temuannya itu karena terkendala syarat dan birokrasi yang mbulet. “Dulu banyak kok orang yang saya beri resepnya untuk bikin sendiri. Tapi, mereka kurang bisa meraciknya sehingga akhirnya tetap pesan,” ungkapnya.

Gita dan ibunya mengaku tidak semata-mata mengomersialkan temuan tersebut. Obat berbentuk serbuk itu selama ini memang dijual seharga Rp 150 ribu untuk ukuran 800 gram. Namun, harga tersebut tidak paten. Gita mengaku ingin sekali bisa membantu penderita-penderita diabetes, terutama yang tidak mampu. “Saya ingin obat ini bisa bermanfaat untuk semua orang. Sebab, saya telah merasakan bagaimana rasanya punya keluarga yang terkena diabetes. Kalau ada orang yang memang membutuhkan, hubungi saya saja. Saya siap membantu mereka yang tidak mampu, kalau perlu saya gratiskan,” tegasnya.

Obat berbentuk serbuk itu dikonsumsi seperti kopi. Serbuk tersebut juga cokelat seperti warna kopi bubuk. Saat ini Gita memang sedang galau akan paten obat itu. Dia bahkan sudah pernah datang sendiri ke Jakarta, salah satunya ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. “Saat ke Jakarta, saya dipingpong. Mungkin karena saya dianggap anak-anak. Karena saat itu saya masih SMA,” ujarnya.

Karena itu, Gita mengaku sangat ingin bertemu dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk curhat soal karyanya. “Saya melihat di media, Pak Dahlan itu kan begitu care terhadap karya pelajar, termasuk anak-anak SMK,” kata gadis yang beberapa kali juara olimpiade astronomi tersebut. Menurut dia, sosok Dahlan merupakan orang kedua yang ingin ditemuinya.

Sebelumnya Gita sangat ingin bertemu dengan orang yang bukunya banyak dibacanya, yakni Prof Hembing Wijayakusuma. Tapi, dia harus memupus dalam-dalam niat itu ketika mendengar berita meninggalnya Hembing. Selain Kolagit, Gita kini mengaku sedang mendalami obat herbal untuk alergi yang sudah diujicobakan ke ibunya. (*/c9/kim) 

Jawa Pos, 23 Januari 2014

 

Yang membutuhkan informasi kolagit ini, bisa menghubungi Gita :

Silahkan anda menghubungi nomor ini : 0857-6216-9317
(sebaiknya via telepon agar mudah konsultasi sebelum membeli). Pemesannya (via SMS) Dengan mencantumkan :

-Nama
-Alamat
-Pekerjaan
-No Telepon/Hp
-Keluhan

https://www.facebook.com/gita.katalista

 

Tags:

gita adinda nasutionkolagitMedanobat herbal diabetes
Author

Gunawan

Follow Me
Other Articles
Previous

Popzzle, Grup Musik Dewasa yang Menjaga Kemurnian Musik Anak – Anak

Next

Cara Didrikus Kelana Pertahankan Kekunoan Tip Top Restaurant Medan

6 Comments
  1. nando_nurhadi says:
    February 10, 2014 at 00:25

    Wah keren ini… RT @punyachepy: Gita Adinda Nasution, Mahasiswi Medan yang Ciptakan Obat Diabetes: http://t.co/W1RQFzQtXN

    Reply
  2. punyachepy says:
    February 10, 2014 at 00:27

    Jadi ingat bude mas 🙁 RT @nando_nurhadi: Wah keren ini… RT @punyachepy: Gita Mahasiswi Ciptakan Obat Diabetes: http://t.co/aL0co4bVXy

    Reply
  3. nando_nurhadi says:
    February 10, 2014 at 00:28

    @punyachepy wahiya. Coba ditemukan pas suwargi budhe masih dirawat di RS ya, mas? Hiks.

    Reply
  4. Kholili Indro says:
    February 10, 2014 at 00:49

    Bagus Gun. Cari terus karya anak bangsa yang spektakuler.

    Reply
  5. Arya Pratama says:
    February 10, 2014 at 17:24

    Arya Pratama liked this on Facebook.

    Reply
  6. Ady Setyawan says:
    February 10, 2014 at 17:24

    Ady Setyawan liked this on Facebook.

    Reply
Show Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Slamet Dadi
  • Ketika Admin Magang Malu dengan Sang Tuan
  • Cara Gampang Buka Blokir Situs dengan Google
  • Download Video Instagram Tanpa Aplikasi
  • Tahu Kopi Tiwus yang Ada di Filosofi Kopi itu kan? Begini Rasanya…

Recent Comments

  • retno on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • Kusuma on Wisata Seru ke Nusakambangan tanpa Lewat Pos Pengamanan (2 – Habis)
  • chepy on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • vincent rio on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • Ke Filosofi Kopi, Kedai yang Dibangun Berdasar Karya Fiksi | Gunawan Sutanto Personal Site on Rudy’s Kaffee, Berawal dari Seduhan Kopi Habibie
Copyright 2026 — Gunawan Sutanto Website. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme