Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Gunawan Sutanto Website Gunawan Sutanto Website

Nulis Kalau Sempat

Gunawan Sutanto Website Gunawan Sutanto Website

Nulis Kalau Sempat

Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Ide

Marketing Strategi for Rejuvenate Metromini

By Gunawan
August 11, 2008 2 Min Read
1

Kompetisi marketing strategi yang diselenggarakan milis Marketing-Club, mengharuskan peserta melalukan upaya re-branding terhadap Metromini dari image yang terbangun sekarang, menjadi lebih baik lagi sebagai angkutan umum andalan warga ibukota Jakarta. Satu syarat yang ditentukan ya itu, tidak ada investasi besar-besaran untuk armadanya. Berikut ide yang Chepy kirimkan.

Karena tidak ada investment besar-besaran untuk me-rejuvenate brand Metromini,maka saya lebih menggunakan pendekatan PR dalam strategi Marketingnya.

Pertama ; Mengadakan edukasi kepada para sopir maupun kenek Metromini, tentang pentingnya safety driving ketika “narik” metromini. Dalam kegiatan ini, saya coba melakukan konsolidasi dengan pihak kepolisian (yang mungkin selama ini juga cukup penat memikirkan ulah sopir metromini).

Nah, untuk memperoleh sisi publikasinya, saya coba menggandeng para wartawan yang biasa ngepost dirubrik Kota atau Kriminal untuk ikut dalam kegiatan safety driving Metromini. Salah satu caranya dengan diadakan lomba foto atas aktifitas metromini dijalanan ibukota (tentu dilaksanakan sebelum digelarnya acara safety driving). Kemudian pada waktu acara juga diselenggarakan sesi test drive (mencoba mengemudi metromini) atau berkeliling Jakarta dengan metromini (oleh wartawan).

Kegiatan ini diselenggarakan tentu tujuan utamanya untuk mencari keunikan kegiatan agar news value-nya tinggi. Disamping itu dengan kegiatan tersebut wartawan juga bisa menggunakan tulisan/beritanya untuk menggambarkan bagaimana kendala yang banyak dihadapi para sopir metromini ketika ada dijalanan macet ibukota. Sehingga terjadi sebuah keseimbangan opini publik, dari masyarakat yang selama ini mengertinya metromini ugal-ugalan, seenaknya dsb, berkembang juga bahwa sebenarnya banyak masalah yang dihadapi para sopir ketika ada dijalanan. Mulai dari macetnya jalan, tuntutan untuk melayani penumpang agar cepat sampai hingga aksi angkutan-angkutan lainnya yang saling serobot.

Kedua ; Dengan adanya publikasi yang dilakukan oleh media, kemudian yang perlu dilakukan selanjutnya adalah menggaet komunitas pengguna metromini. Namun sebelum membentuk atau menentukan komunitas, harus dilakukan sebuah penelitian terhadap profil pengguna metromini terbanyak sesuai dengan rute metromini.

Salah satunya mungkin bisa menggandeng beberapa sekolah yang dilewati salah satu jalur metromini. Pertama dengan bekerja sama untuk menyediakan pembelian tiket terusan bagi siswa maupun guru yang sehari-harinya menggunakan metromini. Dari situ kemudian bisa juga dibangun sebuah komunitas, misal komunitas metrosiswa (Komunitas siswa SMU pengguna metromini). Dari sini kemudian dapat diadakan sebuah kegiatan yang intinya membangun keterikatan antar sesama pengguna dengan manajemen metromini. Bisa juga melibatkan pengamen jalanan yang biasa ngamen di atas metromini didalam komunitas yang ada. Hal ini perlu karena kadang pengamen lah yang membuat metromini makin tidak nyaman.

Ketiga : Strategi ketiga merupakan strategi yang dilakukan menyangkut perbaikan image metromini pada armada Metromini. Walaupun tidak perlu diadakan peremajaan dan penambahan sesuatu, namun yang terpenting adalah bagaimana mempercantik armada metromini.

Salah satunya mungkin dengan pengecatan ulang (jika memungkinkan perlu dilakukan re-identity terhadap brand metromini melalui warna armada à untuk membangun image baru masyarakat terhadap metromini). Namun yang terpenting harus dilakukan juga ialah bagaimana membuat armada yang indah dilihat dan nyaman, yaitu dengan memperhatikan kebersihannya.

Terakhir : Saya menyebut strategi ini sebagai strategi tetes terakhir. Karena dengan memanfaatkan sisa budget untuk kegiatan marketing metromini, perlu sedikit dilakukan sebuah kegiatan periklanan dalam medium below the line. Misal membuat leaflet, poster, spanduk, selebaran, yang berisi tentang Informasi persuasi, bagaimana nyamannya menggunakan metromini baru.

Tags:

BrandingFresh IdeaMarketingMetromini
Author

Gunawan

Follow Me
Other Articles
Previous

Konsumen Sadar Iklan Seluler

Next

Politik Roll And Action

One Comment
  1. Teddy Lesmana says:
    September 11, 2008 at 08:06

    saya suka ide
    edukasi safety driving
    dan tiket terusan nya..
    andai anda ada di commitee gubernur
    kota ini akan jadi lebih baik..

    Reply

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Slamet Dadi
  • Ketika Admin Magang Malu dengan Sang Tuan
  • Cara Gampang Buka Blokir Situs dengan Google
  • Download Video Instagram Tanpa Aplikasi
  • Tahu Kopi Tiwus yang Ada di Filosofi Kopi itu kan? Begini Rasanya…

Recent Comments

  • retno on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • Kusuma on Wisata Seru ke Nusakambangan tanpa Lewat Pos Pengamanan (2 – Habis)
  • chepy on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • vincent rio on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • Ke Filosofi Kopi, Kedai yang Dibangun Berdasar Karya Fiksi | Gunawan Sutanto Personal Site on Rudy’s Kaffee, Berawal dari Seduhan Kopi Habibie
Copyright 2026 — Gunawan Sutanto Website. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme