Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
Gunawan Sutanto Website Gunawan Sutanto Website

Nulis Kalau Sempat

Gunawan Sutanto Website Gunawan Sutanto Website

Nulis Kalau Sempat

Close

Search

  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Subscribe
Catatan

Bonek Bukan Hanya Julukan Suporter Surabaya

By Gunawan
January 29, 2008 2 Min Read
5

Kata Bonek (Bondo Nekat/Modal Nekat) melekat pada suporter Surabaya ketika terlontar dari pernyataan mantan Walikota Surabaya, Alm. Sunarto Sumoprawiro yang saat itu juga menjabat sebagai Ketua Umum sekaligus manajer Persebaya Surabaya.

Bonek, ketika itu beliau tujukan untuk suporter Persebaya yang bermodal nekat (tanpa uang saku dan akomodasi) datang ke Jakarta untuk menyaksikan pertandingan delapan besar Liga Indonesia. Namun entah kenapa nama tersebut akhirnya melekat pada diri setiap suporter Persebaya Surabaya. Parahnya lagi, entah kenapa bolo-boloku malah bangga dengan julukan nekat.

Memang sih jiwa militan yang cenderung nekat sebenarnya sudah melekat pada diri arek-arek Suroboyo sejak jaman londho (Belanda) dulu. Ingatkan bagaimana arek Suroboyo dengan nekatnya menolak menyerah diri dari Sekutu ? Dan ujung-ujungnya malah dengan nekatnya berhasil membunuh Jenderal Malaby ? Alasan itulah mungkin yang membuat arek-arek bangga dengan julukan Bonek.

Namun sadarkan kita, sebenarnya kalau urusan bola julukan bonek itu bisa ditujukan untuk suporter mana saja ? Kalau tidak percaya, coba deh searching bagaimana kondisi kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Malang, dan lainnya ketika menyelenggarakan pertandingan sepak bola ?

Fenomena itulah yang kemarin membuat Metro TV melalui tayangan SNAPSHOT-nya (edisi tingkah laku para suporter – 22 Januari) mencoba mengangkatnya ke masyarakat. Dari tayangan tersebut bisa disaksikan bagaimana Jakarta berubah menjadi warna oranye dalam sekejap, bagaimana metromini menjadi bis tingkat (karena the Jak yang menumpang di atas bus), bagaimana jalanan Jakarta dan Bandung dipadati kendaraan bermotor yang pengendaranya (suporter) tanpa berhelm, bahkan ada yang satu motor dinaikin 3- 4 orang.

Tidak hanya itu, masuk stadion tanpa menggunakan karcis pun ternyata sudah menjadi hal “wajib” bagi beberapa suporter di tanah air. Datang, nonton, pulang maunya gratis…malah kadang ditambahi suguhan anarkisme dari mereka. Nah, bukanlah tindakan mereka bisa dikategorikan nekat juga ? Lantas kenapa citra suporter sepak bola Indonesia bisa seperti itu ? Ah, jika dibahas tentunya yang terjadi bakal ada saling menyalahkan. Karena segala sesuatu di negeri ini sudah terlanjur banyak yang salah…

So…

Ayo suporter Indonesia, bersama buang sisi-sisi nekat yang negatif, saatnya sekarang berbenah (dimulai dalam diri sendiri), jika ingin sepak bola Indonesia berubah kearah yang lebih baik tentunya.

VIVA Sepak Bola Indonesia…

Bonek (Suporter Surabaya) memang hadir yang pertama di negeri ini, namun mau jujur atau tidak tanpa The Jakmania, Aremania, Bobotoh, Macz Man, Kampak, dan yang lainnya, sepak bola ini rasanya kurang semarak.

Tags:

BonekEsaiFeaturesPersebayaSepak Bola
Author

Gunawan

Follow Me
Other Articles
Previous

Jadwal Komuter Sulit Atasi Kemacetan Kota

Next

Lomba Desain Iklan BSI (1)

5 Comments
  1. andre says:
    August 18, 2008 at 05:09

    saya setuju mas, tak semua tindakan bonek itu anarkis contoh waktu Persebaya kalah 1 – 2 dari PSIM Jogjakarta pada Divisi I kemarin tidak ada tuh kerusuhan sama sekali, lagi pula tradisi suporter menaruh atau menempatkan boneka di samping gawang itu Bonekmania lah yang pertama kali melakukannya OKE PISSS Suporterku PIsss Indonesia

    Reply
  2. aliph says:
    September 2, 2008 at 15:06

    beda warna costum tapi tetap 1 merah putih,
    suporter indonesia tidak bisa seperti ini terus.
    bonek pasti bisa berdamai dengan the jak dan aremania…

    Reply
  3. aliph says:
    September 2, 2008 at 15:10

    jakarta timur_jakarta barat_jakarta selatan_jakart autara_jakarta pusat all base of the jack mania

    Reply
  4. arek manukan says:
    September 5, 2008 at 08:16

    bonek sekarang udah berubah rek.bonek tambah kreatif,tambah nekat.bonek gak tau nggolek-nggolek musuh.tapi lek bonek disenggol yo gak meneng ae.

    Reply
  5. bonek exist says:
    November 14, 2008 at 10:07

    Jangan hanya menilai bonek dari sisi negatifnya saja. Banyak hal-hal positif dari kami yang tidak dianggap ada oleh khalayak. Saya juga menyesalkan tindakan pers yang selalu menghebohkan aksi kerusuhan kami, padahal suporter lain banyak yang melakukan tindak anarkis tapi beritanya tetep adem ayem. Tapi bila kami tidak melakukan kerusuhan dan berusaha berbuat sportif, khalayak umum seakan tidak peduli.

    Jika itu yang terjadi, biarlah berlalu. Kami tidak butuh gelar suporter yg TER..baik, TER..kreatif, TER..sportif atau TER….TER yang lainnya. Menjadi lebih baik sudah cukup buat kami daripada gelar yang tidak jelas.

    visit my friendster :
    bonek_exist@yahoo.co.id

    Reply
Show Comments

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Slamet Dadi
  • Ketika Admin Magang Malu dengan Sang Tuan
  • Cara Gampang Buka Blokir Situs dengan Google
  • Download Video Instagram Tanpa Aplikasi
  • Tahu Kopi Tiwus yang Ada di Filosofi Kopi itu kan? Begini Rasanya…

Recent Comments

  • retno on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • Kusuma on Wisata Seru ke Nusakambangan tanpa Lewat Pos Pengamanan (2 – Habis)
  • chepy on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • vincent rio on Membranding Single Origin Kopi Jatim
  • Ke Filosofi Kopi, Kedai yang Dibangun Berdasar Karya Fiksi | Gunawan Sutanto Personal Site on Rudy’s Kaffee, Berawal dari Seduhan Kopi Habibie
Copyright 2026 — Gunawan Sutanto Website. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme